Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman mengatakan komoditas dengan nilai ekonomi Rp98,45 miliar itu telah melalui serangkaian pemeriksaan dan pengawasan.“Sebelum diberangkatkan, komoditas yang diekspor telah kami lakukan pemeriksaan dan pengawasan sesuai dengan ketentuan persyaratan ekspor negara tujuan,” katanya.Baca Juga: Teh Tambi dan Pagilaran, Varietas Unggul dari Balittri Perjuangan Kagoshima Menjadi Penghasil Teh Hijau Terbaik di JepangManajer? PT BIO, Andy Siyar Irawan selaku perusahaan pengekspor komoditas menyebutkan pejabat Karantina Pertanian telah memeriksa kelengkapan administratif, kesesuaian dokumen persyaratan dan pendukung lainnya. https://lessontoday.com/profile/clefindia10/activity/1391724/ Sebelumnya pada Januari 2021 juga pernah dilakukan ekspor komoditas yang sama.Andy dalam keterangan persnya, Selasa (18/5/2021) mengungkapkan untuk melakukan ekspor proses permohonannya telah dilakukan melalui aplikasi Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) secara online. Jika sudah dipastikan sesuai, pihak Karantina Pertanian akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan sistem baru pemeriksaan lapangan.Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan berdasarkan data sertifikasi ekspor secara nasional tercatat pada 2020 ekspor CPO 297,8 ribu ton setara dengan nilai Rp6 triliun. Sedangkan pada 2021 meski belum masuk semester pertama, volume ekspor CPO mencapai 115,9 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp3,3 triliun.“Alhamdulillah, peningkatan ekspor ini merupakan capaian kinerja kita bersama dari berbagai pihak, baik pusat maupun daerah. Insya Allah akan terus meningkat tidak hanya pada penambahan volume, namun juga peningkatan pada ragam komoditas, negara tujuan, frekuensi pengiriman hingga jumlah eksportir,” tandasnya.Video terkait:


トップ   編集 凍結 差分 バックアップ 添付 複製 名前変更 リロード   新規 一覧 単語検索 最終更新   ヘルプ   最終更新のRSS
Last-modified: 2021-12-05 (日) 13:51:53 (46d)